Banggalah Menjadi Generasi Bangsa Indonesia!
Indonesia merupakan negeri yang kaya. Tidak hanya kekayaan alam dan
kebudayaannya yang mempesona, prestasi anak muda Indonesia juga patut
diakui keberadaannya. Bahkan, dunia telah mengakui hasil karya mereka.
Namun ironisnya, kita
sebagai orang Indonesia yang satu negara tidak mengetahui bahwa yang
kita nikmati adalah hasil karya anak negeri sendiri.Tahukah kamu kalau
desainer cover album Maroon 5 adalah mahasiswa asal Indonesia? Pernah
dengarkah kamu jika orang di balik lucunya karakter Minions juga lahir
di Indonesia?
Di artikel ini
kita akan membahas 17 anak negeri dengan karya
luar biasa yang terbukti sudah diterima dunia. Berikut Ulasannya!
1. Bayu Santoso: mahasiswa biasa, pemenang desain cover album Maroon 5 yang karyanya mendunia.
Mahasiswa
ISI Jogja jurusan Desain Komunikasi Visual ini memenangkan lomba desain
cover album yang diadakan oleh band ternama asal California, Maroon 5.
Desain karyanya berupa gambar wajah harimau putih dengan guratan
berbentuk V pada bagian hidung. Hasil karyanya mampu memenangkan lomba
desain yang diikuti oleh banyak orang dan berhak menjadi cover album Ke 5
dari Maroon 5.
Bayu yang saat ini masih menekuni dunia kuliah
memang sering mengikuti lomba desain. Sebelum memenangkan kontes kali
ini, dia sudah pernah juga memenangkan kontes
artwork yang
diadakan oleh musisi legendaris Billie Joel. Nah, bisa dilihat kan
sekarang, apapun profesimu kamu tetap bisa berkarya, bahkan hingga
diakui oleh dunia.
2. Di balik keimutan Minions, ada pria berdarah Indonesia sebagai arsitek utamanya, Pierre Coffin.
Hayo,
siapa yang nggak kenal Minions? Karakter kuning menggemaskan yang filmnya
booming di tahun 2010 dan 2013 silam ini. Bahkan karena kesuksesan
filmnya, hingga saat ini kita masih bisa menemukan figur karakter ini
dimanapun: boneka, gantungan kunci, tas, dan masih banyak lagi. Yang
mungkin kalian belum tahu adalah fakta bahwa arsitek di balik kelahiran
Minions merupakan seorang pria berdarah Indonesia, Pierre Coffin.
Dia
merupakan putra dari penulis ternama Indonesia, N.H Dini. Karena
kesuksesannya ini dia akan bekerja sama dengan selebriti Hollywood papan
atas di proyek film yang selanjutnya. Apakah kalian tahu bahwa karakter
Minions menggunakan campuran berbagai bahasa termasuk Indonesia? Coba
deh tonton filmnya lagi dan cari tahu di adegan mana karakter Minions
ini mengucapkan kata “Terima kasih”.
3. Andre Surya: sang animator Transformer 3D yang sebagian besar ketrampilannya didapatkan secara otodidak
Cowok
kelahiran Jakarta tahun 1984 ini dulunya sempat mengenyam pendidikan di
Untar dengan jurusan Desain Komunikasi Visual selama 1 tahun.
Pendidikannya ini tidak dilanjutkan karena dia lebih memilih bekerja
sebagai
digital artist. Kemudian dia mengambil diploma di
Kanada di bidang Film dan Special Effects. Namun, ilmu dan
ketrampilannya dipelajari sendiri karena dia sudah tekun mendalaminya
sejak duduk di bangku SMA.
Banyak karyanya yang telah memenangkan
berbagai penghargaan. Bahkan, kemampuannya yang mumpuni menjadikannya
satu-satunya orang Indonesia yang bisa bergabung dengan proyek film
besar, Transformer 3D. Dia sangat bersyukur karena berkat ketekunannya,
sekarang dia mampu bekerja di tempat yang diimpikannya. Apakah kamu juga
mau mengikuti jejak keberhasilannya?
4. Christiawan Lie, Ilustrator komik yang karyanya berhasil menembus pasar Amerika
Komikus
yang berasal dari Indonesia, Chistiawan Lie atau lebih sering dikenal
dengan nama Chris Lie ini merupakan komikus kelas dunia. Siapa sangka
pemuda lulusan ITB ini adalah salah satu ilustrator komik yang berhasil
membuahkan komik-komik terkenal seperti
GI Joe dan
Transformers.
Selain
itu, Chris Lie juga telah menciptakan komik hasil karyanya sendiri,
yang berjudul “Return of The Labyrinth” dan diterbitkan oleh Tokyopop.
Komik itu adalah komik beraliran manga Jepang yang diproduksi di
Amerika. Pada edisi awal terbit, “Return of the Labyrinth” sudah
menduduki posisi keempat komik terlaris di Amerika, bersaing dengan
komik Naruto.
5. Griselda Sastrawinata: animator perempuan yang karyanya bisa kita saksikan di film animasi The Shrake
Tidak
hanya pria yang bisa sukses sebagai animator. Wanita asal Indonesia
bernama Griselda Sastrawinata ini juga merupakan animator film The
Shrake. Griselda juga terlibat dalam penciptaan beberapa tokoh karakter
di film animasi ini. Karena ketekunan dan kedisiplinannya dalam mencipta
karya membuatnya masih bekerja di studio film bergengsi Dreamworks
hingga sekarang ini.
6. Rini Sugianto: animator asal Indonesia yang bergabung dalam proyek film-film Box Office Amerika
Satu
lagi animator wanita Indonesia yang berprestasi di kancah Internasional,
Rini Sugianto. Salah satu film karyanya adalah“The Hobbit 2: The Desolation
of Smaug”. Selain The Hobbit 2, Rini juga pernah tergabung dalam tim
animator film “The Advantures of Tintin”, “The Avengers”, “Iron Man 3”,
“The Hunger Games: Catching Fire”, “The Hobbit 1”, dan “The Dawn of the Planet
of the Apes”. Tidak menyangka kan kalau ternyata ada anak negeri di
balik film-film Internasional yang selama ini kita gemari?
7. Wira Winata membuktikan bahwa hobi yang diyakini dan ditekuni bisa membawanya bekerjasama dengan Disney
Pria
yang memiliki hobi menggambar kartun ini sekarang sudah sukses
menggeluti bisnis animasi. Bahkan, perusahaan rumahan yang didirikannya
sekarang sudah memiliki klien besar seperti : Buena Vista Games, Disney
TV, Microsoft, dan masih banyak lagi. Tidak tanggung-tanggung perusahaan
kecilnya sekarang ini juga terlibat dalam sebuah proyek film bersama
Cartoon Network dan Gotham Group. Ini semua terjadi karena dia tetap
kekeh menekuni hobi menggambarnya dan menyukai dunia kartun walaupun
banyak orang yang memandang dengan sebelah mata.
8. Menjadi anak orang ternama tidak menjadikannya lupa segalanya,
hal ini justru membuat Marsha Chikita sukses menapaki karier menjadi
animator
Putri
dari musisi Ikang Fawzi dan artis ternama Marissa Haque ini sebenarnya
ingin berkuliah di jurusan Seni Murni ITB. Namun karena tidak disetujui
oleh orang tuanya, maka dia beralih ke Multimedia University di
Malaysia. Kegigihannya serta bakat yang dimiliki mampu membuatnya
bekerja di Las Copaque Production. Perusahaan tersebut juga menjadi
rumah produksi dari kartun Upin Ipin yang sering kita tonton sore hari.
Namun,
keberhasilannya di sana tidak membuatnya lupa pada negeri sendiri.
Marsha Chikita justru kembali ke Indonesia dan ingin membuka perusahaan
animasi sendiri. Semoga nantinya dunia perfilman Indonesia makin maju
dengan adanya bakat-bakat muda yang bertalenta ya?
9. Di bidang olahraga, kita punya duo Lilyana Natsir & Tontowi Ahmad yang siap mengharumkan nama bangsa
Sepertinya
kurang lengkap kalau hanya menyebutkan salah satu nama dari mereka.
Lilyana Natsir dan Tontowi Ahmad memang sulit dipisahkan untuk urusan
bulu tangkis. Pebulu tangkis ganda campuran kebanggaan Indonesia ini
telah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Berbagai
gelar telah berhasil disabet oleh Lilyana dan Tontowi tiga tahun
berturut-turut. di antaranya
champion kompetisi
All England di tahun 2012, 2013, 2014. Jadi, masih mau menganggap enteng prestasi negeri sendiri?
10. Butet Manurung: pahlawan Asia versi majalah Time tahun 2004
Butet
Manurung adalah salah satu pahlawan wanita yang memiliki keberanian
tinggi dalam memperjuangkan pendidikan bagi masyarakat pedalaman.
Perempuan yang punya nama asli Saur Marlina Manurung ini pada tahun 2003
memulai merintis sekolah gratis untuk masyarakat terasing dan
mengembangkan sebuah sistem pendidikan yang diberi nama
Sokola Rimba.
Sistem
Sokola Rimba
yang telah ia kembangkan saat ini diterapkan juga di beberapa wilayah
terpencil di Indonesia. Butet rela tinggal berbulan-bulan di pedalaman
rimba demi mengajar orang-orang pedalaman agar bisa membaca dan menulis,
agar tidak dianggap lagi sebagai orang yang bodoh dan mudah ditipu.
Karena kepeduliannya tersebut, dia pernah menerima penghargaan sebagai
salah satu Pahlawan Asia dari Majalah TIME di tahun 2004.
11. Kamu juga bisa mendengarkan lantunan suara Dougy Mandagidi, soundtrack film 500 Days of Summer
Siapa
sih yang tidak tahu film 500 Days of Summer? Di adegan film tersebut
kamu akan bisa mendengar lantunan suara orang Indonesia, Dougy Mandagi.
Yap, cowok kelahiran Manado ini adalah vokalis dari band rock Indie
Australia yang menyanyikan soundtrack dari film 500 days of summer.
Walaupun Indie, band ini memiliki massanya tersendiri. Bahkan di
Australia, Dougy juga menjadi idola.
Perjuangannya untuk bisa
sesukses sekarang juga tidak mudah. Dulu dia sempat melakoni beberapa
pekerjaan seperti pelukis, penjaga toko, hingga pengamen. Keyakinan
teguh dan perjuangannya menggapai mimpilah yang membuatnya tidak mudah
patah arang dan bisa sukses seperti sekarang.
12. Joey Alexander Sila: pianis cilik yang prestasinya dikenal di kancah Internasioal
Joey
Alexander Sila adalah pianis cilik berbakat yang telah berhasil
menorehkan prestasi Internasional. Meskipun masih berusia 10 tahun,
bocah cilik ini sudah mahir memainkan tuts piano dengan indah hingga
menarik perhatian mata dunia.
Prestasi yang berhasil dia dapatkan
juga tak tanggung-tanggung, dia berhasil meraih “Grand Prix 1st
International Festival Contest of Jazz Improvisation Skill” yang
diselenggarakan pada 5-8 Juni 2013 di Odessa, Ukraina. Pada festival
musik Jazz itu, Joey adalah peserta termuda, dan dia berhasil
mengalahkan 43 peserta dari berbagai dunia.
13. Boneka Papermoon buatan Indonesia bisa dinikmati di berbagai negara berkat Maria Tri Sulistyani
Ria
Papermoon adalah seorang wanita kreatif yang telah menciptakan teater
boneka “Papermoon Puppet Theatre” yang telah mendunia. Perempuan yang
memiliki nama asli Maria Tri Sulistyani ini mendirikan Papermoon Puppet
Theatre sejak tahun 2006. Papermoon Puppet Show sendiri adalah sebuah
pertunjukan boneka yang bisa disaksikan oleh penonton dewasa.
Cerita-cerita
yang diangkat pun cerita ringan, dan tema yang diangkat adalah cerita
sejarah di tahun 1965. Pertunjukan boneka ini mendapat apresiasi yang
luar biasa di sejumlah negara loh, seperti Malaysia, Singapura, India,
Vietnam, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat
.
14. Sutradara film Indie yang karyanya diputar di banyak negara, Yosep Anggi Noen
Yosep
Anngi Noen adalah seorang sutradara muda asal Yogyakarta. Meskipun
namanya nggak seterkenal Hanung Bramantyo atau Rizal Montovani, film
garapannya telah berhasil diputar di beberapa festival dunia. Yosep
Anggi Noen sendiri lebih dikenal sebagai sutradara film pendek, namun
dirinya juga memproduksi film panjang.
Film panjang perdananya
yang berjudul “Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya” sudah keliling
di berbagai festival internasional, seperti Festival Film Internasional
Locarno ke-65 di Swiss. Salah satu film pendek hasil garapannya juga
mendapat penghargaan dari “Sonje Award Best Short Film” di Busan
International Film Festival 2013.
15. Mocca tidak hanya punya pendukung fanatik di Indonesia tetapi juga di seantero Asia
Grup
musik indie dari Bandung ini memang lagu-lagunya enak didengarkan di
telinga. Mengusung genre musik pop, jazz, swing, Mocca berhasil mengukir
prestasi dimana-mana. Tidak hanya di negeri sendiri lagunya dipuji dan
dijadikan soundtrack dari banyak film, di Jepang mereka juga
mendatangani kontrak dengan salah satu indie record. Selain itu, Mocca
juga sering menggelar konser di Singapura. Beragam masyarakat di negara
di Asia seperti Malaysia, Thailand, dan Korea juga banyak yang menjadi
penikmat setia lagu-lagu mereka. Gimana, bangga kan band indie kesukaan
kamu disukai juga oleh masyarakat luar negeri?
16. Tidak hanya Mocca yang gaungnya terdengar di Asia, White Shoes and The Couples Company bahkan sampai ke Amerika dan Eropa
Band
yang berdiri tahun 2002 ini sanggup menembus pasar Amerika. Bahkan,
album perdana mereka dirilis oleh Minty Fresh, label asal Chicago.
Bahkan, mereka pernah menyambangi negeri Paman Sam ini dua kali pada
tahun 2008, untuk CMJ Music Marathon dan SXSW Music Festival. Tidak
sampai di Amerika saja, mereka juga pernah mengadakan tur Eropa di tahun
2012 di Perancis dan Belanda. Kita mesti bangga karena bahasa Indonesia
bisa didengarkan dan dinikmati oleh masyarakat luar negeri lewat
lagu-lagu mereka.
17. Sandy Sondoro, dari pengamen jalanan menjadi musisi ternama di negara Jerman
Dari
mulai mengamen dijalanan, di metro, hingga menyanyi di pub pernah dia
lakoni. Kegigihan dan keyakinan kuat tidak menyurutkan langkahnya untuk
bisa menjadi penyanyi populer sekarang ini. Sandy Sandoro juga pernah
menjadi finalis kontes mirip Indonesia Idol di Jerman, walaupun hanya
menyabet posisi ke 5, namun popularitasnya naik dan namanya makin
berkibar di Eropa. Bahkan,ada beberapa lagunya yang mampu bertahan
ditangga lagu favorit radio di beberapa kota seperti Paris, Berlin, dan
Madrid.
Setelah membaca prestasi figur-figur di atas, apa yang kamu rasakan?
Apakah bangga sekaligus termotivasi? Apapun profesimu bila ditekuni
dengan perjuangan yang gigih tentu akan menghasilkan dan membanggakan.
Jangan menyerah kalah atau bahkan berhenti di tengah jalan sebelum meraih
segala yang kamu impikan ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar